OUTBOND

A. Pengertian, Tujuan dan Fungsi Pendidikan Jasmani dan Kesehatan

Pendidikan jasamani adalah kajian pendidikan yang mengutamakan aktifitas jasmani dan pembinaan untuk pengembangan jasamani itu sendiri sebagai emosional yang selaras dan seimbang serta untuk mencapai tujuan pendidikan (Cholik. M, 1997).

Dalam dunia pendidikan, pendidikan jasmani mempunyai multi-fungsi dalam mengembangkan aspek-aspek organik, neuromuskular, perseptual, kognitif, dan aspek sosial (Subroto,T.:2008).

  1. Aspek Organik

–        Meningkatkan kekuatan otot, berupa tenaga yang dihasilkan dari otot atau kelompok otot.

–        Meningkatkan daya tahan otot, yaitu kemampuan otot untuk bertahan dalam kerja atau aktivitas dalam waktu yang lebih lama.

–        Meningkatkan daya tahan kardiovaskuler yaitu kapasitas individu melakukan aktivitas secara terus menerus (kontinyu) dalam intensitas yang berat dan waktu yang lama.

–        Meningkatkan fleksibiltas yang meliputi kemampuan rentang gerak dalam persendian untuk menghasilkan gerakan yang efektif serta mengurangi cidera

  1. Aspek Neuromuskular

–        Meningkatkan keharmonisan antara fungsi otot dan persyarafannya.

–        Mengembangkan keterampilan lokomotor maupun nonlokomoto.

–        Mengembangkan keterampilan dasar manipulatif dalam bentuk pengusasaan teknik dasar cabang olahraga

–        Mengembangkan keterampilan olahraga rekreasi, seperti menjelajah, mendaki, berkemah dan sebagainya.

  1. Aspek Perseptual

–        Mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan konsep ruang, yang meliputi objek di depan, di belakang, di bawah, di atas, di kanan dan di kiri.

–        Mengembangkan koordinasi gerakan visual.

–        Mengembangkan keseimbangan tubuh secara statis maupun keseimbangan dinamis.

  1. Aspek Kognitif

–        Mengembangkan kemampuan bereksplorasi, menemukan konsep, dan kemampuan mengambil sikap dan keputusan dengan tepat dan cepat.

–        Mengembangkan kemampuan menyusun strqategi dalam kondisi terorganisir, dan mampu memecahkan problematika dalam bentuk gerakan.

  1. Aspek Sosial

–        Kemampuan menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan sekitarnya.

–        Mengemvangkan kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan dalam situasi kelompok

–        Mengembangkan kpribadian,sikap, dan nilai-nilai dalam masyarakat

–        Belajar menbggunakan waktu luang yang konstruktif.

(Subroto:2008)

 

B. Pengertian Outbound

Outbound adalah kegiatan di alam terbuka yang mampu memacu semangat belajar. Outbound merupakan sarana penambah wawasan pengetahuan yang didapat dari serangkaian pengalaman berpetualang sehingga dapat memacu semangat dan kreativitas seseorang.

Outbound merupakan perpaduan antara permainan-permainan sederhana, permainan ketangkasan, dan olah raga, serta diisi dengan petualangan-petualangan. Hal itu yang akhirnya membentuk adanya unsur-unsur ketangkasan, dan kebersamaan serta keberanian dalam memecahkan masalah.

C. Manfaat Kegiatan Outbond

Outbound adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Permainan yang penuh tantangan ini juga mampu mengembangkan psikomotorik anak. Outbound telah menjadi bagian dari kegiatan anak yang menyenangkan. Walau terkesan agak takut, akhirnya anak-anak itu pun memberanikan diri menaklukkan beberapa tantangan dengan antusias. Permainan tak hanya memberikan kesenangan bagi anak. Berbagai tantangan dalam permainan itu terbukti mampu membentuk kemampuan psikomotorik anak. Kemampuan yang berkaitan dengan gerak tubuh tersebut, tidak banyak diajarkan pada aktivitas informal Pendidikan Jasmani dan olahraga di sekolah.

Howard Gardner (2000) dalam bukunya berjudul “Multiple Intellegences”, mengatakan, setiap anak memiliki kecerdasan majemuk meliputi kecerdasan spasial visual, linguistik verbal, interpersonal, musikal ritmik, naturalis, kinestetik, dan logis matematis.
Dari tujuh macam kecerdasan tersebut, hanya beberapa yang menonjol, dan itu berbeda pada setiap anak. Karena kecerdasan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung, melainkan tergantung pada pengalaman hidup sehari-hari, baik di rumah, sekolah maupun di tempat lain. Karena setiap anak memiliki potensi berbeda, seharusnya proses pengajarannya juga berbeda.

Dalam ilmu psikologi dikenal dengan individual differences atau pada dasarnya setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Keunikan masing-masing anak tidak akan menonjol di sekolah dasar konvensional,yang pada umumnya hanya fokus pada aspek kognitif, yaitu kemampuan penalaran otak. Tidak jarang murid yang tidak memiliki keunggulan kognitif, dianggap anak bodoh. Akibatnya si anak menjadi minder, padahal belum tentu pada kegiatan lain, anak seperti ini tidak unggul, bahkan bisa jadi berprestasi lebih bagus. Peran sekolah sangat dibutuhkan untuk melihat potensi dan membantu mengembangkan potensi anak. Dengan begitu, si anak mampu mengaktualisasikan kemampuan diri. Kemampuan anak tersebut hanya dapat terlihat dalam outbound atau memberikan tantangan fisik dalam setiap permainan.

D. Program Outbond Bagi Siswa

Menurut hasil penelitian di Amerika (Malcom Baldridge), menyatakan bahwa ternyata keberhasilan seseorang ditentukan oleh:

  • 45% Sikap (Attitude)
  • 10% Pengetahuan (Knowledge)
  • 20% Perbuatan dan Pengalaman (Practice)
  • 25% Keterampilan (Skill)

E. Model Out-Bound sebagai bagian dari Proses Pendidikan siswa (Outbound Student Program)

a. Tujuan dan Sasaran Outbond

Komponen yang diharapkan tumbuh dari pelaksanaan program Outbound Student Program ini adalah:

  1. Mempunyai kemampuan dalam pengelolaan diri
  2. Tidak kehilangan kontrol emosi dalam menghadapi tantangan
  3. Tidak menarik diri bila menghadapi kesulitan dan tantangan
  4. Tegar dalam menghadapi situasi panik
  5. Berpikir kreatif
  6. Kemampuan mengembangkan gagasan kreatif dari diri sendiri
  7. Kemampuan membangkitkan semangat kerjasama dalam tim dengan menggerakkan kawan sesama anggota tim
  8. Mempunyai hubungan interpersonal yang baik
  9. Membangun rasa saling percaya kepada orang lain
  10. Menghargai perbedaan
  11. Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala
  12. Bersedia menolong orang lain dan mau ditolong orang lain
  13. Berkomunikasi secara efektif
  14. Berusaha menyampaikan informasi kepada pihak lain demi kesuksesan bersama
  15. Mengkomunikasikan ide kepada orang lain dengan jelas dan sistematik
  16. Merangasang orang lain untuk menyampaikan gagasan orang lain
  17. Bersedia bertanya apabila ada ketidakjelasan informasi

b.Metode

Metode yang digunakan untuk outbond program student adalah:

  1. Kerjasama kelompok
  2. Petualangan Individual dalam kelompok
  3. Diskusi

F. Keamanan dalam pelatihan (Safety)

Safety adalah melaksanakan seluruh tindakan-tindakan penting untuk menjaga suasana kegiatan agar aman bagi perserta untuk bermain dan belajar. Terdapat dua hal yang sangat penting yaitu:

  1. Physical Safety

Kegiatan dengan media alam terbuka memiliki resiko keselamatan pada peserta dan kami pihak penyelenggara selalu mengutamakan keselamatan peserta dalam setiap setting aktifitas kegiatan dengan menggunakan peralatan yang telah teruji secara internasional dan dipasang oleh orang-orang yang telah berpengalaman. Namun demikian masih terdapat resiko yang uncontrolable, seperti kurang kehati-hatian peserta sendiri, karena itu juga diperlukan kerjasama dengan peserta dalam memperkecil resiko terjadinya situasi yang tidak diinginkan.

  1. Psychological Safety

Dalam hal ini, kami menyusun dan mendorong disepakatinya aturan main untuk tidak menimbulkan sakit hati peserta yang disebabkan oleh tindakan atau perkataan dari sesama peserta maupun fasilitator. Dengan suasana aman seperti itu, dimana tidak ada satupun orang yang takut salah, takut dicemooh, takut dikomentari, maka suasana kegiatan menjadi kondusif untuk seluruh peserta.

 

Sumber:

Cholik,M. (1997), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. BP3GSD Jakarta Detjin Dikti Depdiknas.
Chandra, Widia., (2009), (file://localhost/G_okezone_com.htm )

Subroto,T., (2008), Strategi Pembelajaran Penjas, Jakarta: Universitas terbuka.

Koran SI, (2009), Outbound, Tantangan Fisik & Tingkatkan Psikomotorik, file://localhost/G_okezone_com.htm.
Kimpraswil, (2007), http://www.kimpraswil.go.id/

http://tonosugihartono.blogspot.com/2009/11/outbound-sebagai-sarana-belajar-gerak.html

Tanyakan kepada kami
WeCreativez WhatsApp Support
Admin Talenta Center Jakarta
Admin Talenta Center Jakarta
Available
error: Alert: Content is protected !!