What is Borderline ?

Borderline/kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang senantiasa berubahubah, dan perilaku yang impulsif.

Seseorang Penderita Borderline memiliki Cara pikir, cara pandang, dan perasaan yang berbeda dibanding orang lain pada umumnya.

Akibatnya, timbul masalah dalam menjalankan kehidupan sehari-hari dan menjalin hubungan dengan orang lain, seperti hubungan dalam keluarga, pendidikan dan pekerjaan.

Dengan penanganan berupa psikoterapi dan pemberian obat, penderita borderline dapat membaik seiring bertambahnya usia.

Gejala Boederline

Gejala yang muncul berupa gejala yang ringan hingga berat,  yang terdiri dari:

  1. Kondisi mood atau suasana hati yang tidak stabil

Kondisi ini biasanya bertahan selama beberapa jam. Seperti merasa hampa atau kosong, serta kesulitan mengendalikan amarah.

  1. Gangguan pola pikir dan persepsi

Seperti tiba-tiba ada pemikiran bahwa dirinya buruk, serta perasaan takut akan diabaikan sehingga melakukan perbuatan yang ekstrim

  1. Perilaku Implusif

Perilaku ini cenderung membahayakan diri sendiri, atau melakukan tindakan ceroboh dan tidak bertanggung jawab. Contohnya melukai diri sendiri, mencoba bunuh diri, melakukan hubungan seks tanpa pengaman, penyalahgunaan alkohol, atau makan berlebihan.

  1. Menjalin Hubungan yang insten, namun tabil

Kondisi ini ditandai dengan bisa sangat mengidolakan seseorang dan tiba-tiba menganggap orang tersebut bersikap kejam atau tidak peduli.

Penyebab Gangguan Boerderline

Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya kondisi ini adalah:

  • Lingkungan

Sejumlah faktor lingkungan yang negatif diduga dapat menimbulkan gangguan kepribadian ini. Contohnya adalah riwayat pelecehan dan penyiksaan semasa kecil, atau dicampakkan oleh orangtua.

  • Genetik

Menurut beberapa penelitian, gangguan kepribadian dapat diturunkan secara genetik.

  • Kelainan pada otak

Menurut penelitian, penderita BPD memiliki perubahan struktur dan fungsi pada otak, terutama pada area yang mengatur impuls dan emosi. Pada penderita BPD juga diduga terdapat kelainan fungsi dari zat kimia otak atau neurotransmitter yang berperan dalam pengaturan emosi.

  • Ciri kepribadian tertentu.

beberapa tipe kepribadian lebih berisiko untuk mengalami BPD, misalnya kepribadian agresif dan impulsif.

Sumber

https://www.alodokter.com/bpd-borderline-personality-disorder

Please share this
Tanyakan kepada kami
WeCreativez WhatsApp Support
Admin Talenta Center Jakarta
Admin Talenta Center Jakarta
Available
error: Alert: Content is protected !!